Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Berhenti Merokok di Bulan Ramadhan




Sebagai perokok aktif, di Bulan Ramadhan seperti sekarang, saya menyadari betul bagaimana rasanya lepas dari kegiatan merokok. Mungkin banyak para perokok aktif yang pada hari-hari awal Bulan Ramadhan merasa kesulitan terlepas dari pengaruh asap rokok. Mulai dari pusing, merasa malas, atau efek lain. Walaupun mungkin ada yang beranggapan bahwa meskipun sedang puasa, aktivitas merokok tidak membatalkan puasa. Namun saya berkeyakinan sebaliknya, justru di Bulan Ramadhan inilah saya bisa belajar terlepas dari siksaan asap rokok.


Ibadah puasa yang dimulai setelah sahur sampai waktu berbuka tiba tentu saja terasa begitu lama bagi para perokok yang ingin menghisap rokoknya. Untuk itu, kegiatan seperti membaca buku, mendengarkan musik, browsing Internet, atau beribadah di waktu sedang menjalankan puasa saya rasa bisa membantu mengatasinya. Jujur saja saya belum berniat berhenti merokok meskipun di saat puasa saya tidak merokok. Semoga dengan berkurangnya aktivitas merokok sebulan ke depan akan mengubah pola pikir saya tentang merokok.

Sebenarnya rokok mengandung sekitar 4000 zat kimia yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan. Seperti nikotin sifatnya adiktif, tar yang bersifat karsinogenik dan formalin. Para perokok yang sudah kecanduan tentu saja akan mengabaikan hal ini, sebab pengaruh asap rokok yang begitu kuat. Nah, bagi pembaca yang perokok aktif, momentum Bulan Ramadhan tahun ini mungkin bisa dimanfaatkan untuk berhenti merokok sepenuhnya. Terutama bagi Umat Muslim, karena saat berpuasa, tentu saja akan meninggalkan aktivitas merokok.

Kata kunci : Berniat Berhenti Merokok - Momentum Bulan Ramadhan - Berhenti Merokok di Bulan Puasa

Baca Selengkapnya ...

Tips Mudah Mengatasi Flu




Flu merupakan salah satu penyakit self-limiting, dimana apabila tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain, setelah empat sampai tujuh hari penyakit akan sembuh sendiri. Penyakit flu yang dalam kedokteran istilahnya influenza ini termasuk penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat, terlebih ketika pancaroba (perubahan musim). Istilah flu sendiri seringkali digunakan sebagai istilah yang lazim dipakai untuk beberapa kondisi (yang serupa tapi tak sama) seperti rinitis alergi, selesma, dan influenza. Ketiga-tiganya mempunyai gejala yang tampak hampir sama, yaitu gangguan pada selaput lendir hidung, sehingga hidung menjadi mampat, bersin-bersin, atau mungkin pilek batuk. Akibat yang disebabkan oleh penyakit ini dirasakan sebagai gangguan yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari.


Berikut ini langkah pertama yang bisa dilakukan ketika terserang flu :

1. Istirahat di tempat tidur dengan tenang. Pusatkan pikiran bahwa saya harus sembuh dari penyakit ini. Dengan demikian sistem imun tubuh mendapat energi positif dari pikiran yang positif pula.

2. Perbanyak konsumsi air putih. Anda juga mengetahui kan manfaat banyak mengkonsumsi air putih? Terlebih ketika sedang menderita flu.

3. Hindari konsumsi susu maupun produk olahannya. sebab, susu dapat mempertebal sekresi mukus (dahak) sehingga akan sulit dikeluarkan.

4. Apabila gejala flu tidak tertahankan, konsumsi obat flu yang dijual bebas. Telitilah membaca label, kandungan obat, efek samping, serta aturan pakai yang tertera pada kemasannya.

5. Jika gejala semakin memburuk dalam waktu 72 jam atau lebih, juga disertai batuk yang tidak mau reda, segera hubungi dokter.

Berikut ini yang bisa dikonsumsi untuk menangkis flu :

1. Vitamin C

Vitamin C membantu penderita flu mengurangi rasa tidak enak badan karena bekerja sebagai antioksidan (menegah radikal bebas dalam tubuh dan menghancurkannya).

2. Sup ayam

Masakan ini berperan meningkatkan imunitas tubuh, juga membantu membersihkan mukus (dahak) dari saluran pernapasan dan menghilangkan bulion yang mengandung substansi pembawa virus pilek. Jika disajikan dalam keadaan hangat, uap yang dihasilkan dapat berfungsi mengatasi sesak napas.

3. Daging rebus

Makanan ini kaya akan seng dan mineral lain yang dapat merangsang beroperasinya sistem kekebalan tubuh.

4. Buah sitrun dan jus buah-buahan

Buah dan jus tersebut memiliki efek antihistamin (antialergi) ketika dikonsumsi.

5. Bawang putih

Bawang putih dapat membantu melawan virus sehingga mengurangi gejala flu, mempercepat waktu penyembuhan dan mengurangi peluang terjangkitnya virus lain untuk datang. Juga bersifat antivirus sehingga dapat berperan sebagai pencegah infeksi alami. Manfaat bawang putih tidak berkurang meskipun dimasak.

Kita bisa bernafas lega, sebab penyakit flu bisa sembuh dengan sendirinya bila gejalanya tidak parah dan tidak menimbulkan komplikasi. Syarat utamanya adalah, istirahat dan mengkonsumsi berbagai bahan makanan dan obat yang sesuai.

Tips menghindari flu - Tips mengatasi dan mencegah flu - tips mengatasi influenza

Baca Selengkapnya ...

Berbagai Kelebihan Susu Unta




Tahukah Anda, bahwa susu unta jauh lebih bergizi bila dibandingkan dengan susu sapi. Sebab susu unta mengandung sedikit lemak dan kolesterol, dan kaya dengan zat besi, potassium, dan mineral. Hal tersebut tertuang dalam satu dokumen yang disajikan pada Konferensi Ke-5 Keselamatan Makanan Internasional di Dubai, yang terselenggara pada 22 – 25 Februari 2010 di Dubai International Convention and Exhibition Center.

Susu dari unta yang menjadi bagian penting dalam tradisi dan kebudayaan Arab ini menjadi komponen makanan penting di Emirat dan negara lain Arab. Susu unta biasanya memiliki rasa manis dan tajam, namun terkadang susu itu terasa asin dan bahkan pada saat yang lain terasa berair.


Kualitas dari susu hewan yang jumlahnya sekitar 18 juta ekor di dunia ini, dipengaruhi oleh banyak hal, di antaranya, jumlah anak unta, usia hewan tersebut, kadar hewan itu menyusui anak, kualitas dan jumlah makanan, serta jumlah air yang tersedia.

Susu unta adalah sumber protein yang berlimpah dengan kegiatan perlindungan dan potensi anti-mikroba. Sebagian protein itu, tidak dapat ditemukan pada susu sapi, atau, ditemukan hanya sedikit. Susu unta tidak perlu dimasak hingga mendidih layaknya susu kambing atau sapi sebelum dionsumsi. Susu unta yang kaya akan rasa ini, sebaiknya diminum secara perlahan, untuk memungkinkan perut mencernanya.

Sebuah studi menunjukkan, bahwa kandungan lemak per unit susu unta adalah 1,8 % - 3,8 %. Vitamin C dan Niacin yang terkandung lebih tinggi pada susu unta dibanding susu sapi. Namun, susu unta berisi lebih sedikit Vitamin A, B2, Folic Acid, dan Panthontenic Acid.

Pengkonsumsian susu unta mentah – mentah, atau tidak dimasak terlebih dahulu, dapat mengakibatkan terkena bakteri brucellosis. Bateri ini menular ke manusia melalui produk susu yang tidak diolah terlebih dahulu. Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan pencemaran lingkungan melalui darah hewan itu dan jaringan yang terinfeksi juga dapat mengakibatkan brucellosis.

Kelebihan lain dari susu unta adalah memiliki umur yang lebih lama dibandingkan dengan jenis susu lain, sebab, adanya beberapa susunan khusus dan kuat. Nilai Lactoferrin dan Immunoglobulin diperkirakan agak lebih tinggi pada susu unta dibandingkan dengan yang dilaporkan pada susu sapi.

Tags : Susu Unta Lebih Bergizi Dibandingkan Susu Sapi - Rahasia Susu Onta - Khasiat Susu Unta - Kandungan Gizi Susu Unta Kalahkan Susu Sapi

Baca Selengkapnya ...

Seluk Beluk Penyakit Skizofrenia




Benturan di kepala rentan menyebabkan dengungan di telinga dan berpeluang menjadi awal dari skizofrenia. Jadi, hati – hatilah bagi Anda yang mungkin pernah mengalami benturan di bagian terpenting tubuh kita ini. Jika suara dengung terasa memanjang di telinga, dan menyebabkan halusinasi pada suara – suara yang menakutkan, jangan sungkan berobat ke dokter. Sebenarnya, skizofrenia tidak mesti diawali dari benturan di kepala, namun, dengungan di telingalah.

Pada prinsipnya, otak tidak boleh mengalami cedera, karena tidak dapat dicangkok laiknya jantung. Di otak, secara sederhana isinya hanya dua, yaitu, sel saraf yang jumlahnya trilliunan, dan zat kimia atau di dunia permedisan disebut dengan neurotransmitter. Nah, otak berfungsi dengan baik apabila sel saraf dan neurotransmitter dalam keadaan baik.


Skizofrenia adalah gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter. Gangguan ini bersifat kambuhan dan kronis atau panjang. Kombinasi faktor – faktor kekecewaan mendalam, trauma psikis dalam kehidupan bisa juga menjadi penyebab Skizofrenia.

Stres pun bisa menjadi pencetus gangguan jiwa yang satu ini, akumulasi stres ditambah ketidakmampuan mengelolanya dapat membuat seseorang berpeluang menderita skizofrenia. Stres berat bisa mengubah keseimbangan neurotransmitter di otak. Hal lain yang dapat mengubah keseimbangan neurotransmitter adalah penggunaan narkoba dalam jangka panjang.

Pada umumnya, para penderita skizofrenia mengalami gejala halusinasi. Mereka mendengar sesuatu walaupun tidak ada sumber suara yang mungkin terdengar orang normal. Hal ini berkaitan erat dengan kelebihan neurotransmitter di suatu area otak tertentu. Kemudian, penderita skizofrenia mengalami penumpulan persaan, seperti sedih tidak nampak, senang juga tidak kelihatan. Lama kelamaan, penderita menarik diri dari pergaulan, bahkan mengurung diri di kamar, bagai kehilangan semangat hidup.

Menurut catatan, di Indonesia, ada sekitar 2 juta orang mengalami skizofrenia, dan 150 ribu di antaranya telah berkonsultasi ke dokter. Penyakit ini, timbul pertama kali di antara masa dewasa – muda, atau pada awal 20 – 30-an. Menurut para dokter, orang yang baru didiagnosis mengidap penyakit ini, tak mudah mengakuinya. Secara tidak langsung, mereka tidak mau berobat yang sebenarnya, obat itu untuk memperbaiki ketidakseimbangan neurotransmitter.

Hal lain yang membuat tidak adanya keinginan berobat adalah stigma dalam masyarakat yang melenceng jauh dari pengertian sebenarnya. Banyak kasus yang menganggap ODS ( Orang Dengan Skizofrenia ) diganggu makhluk halus dan kemudian membawa mereka ke orang pintar (paranormal). Saat ini, ada paradigma baru dalam pengobatan ODS, kalau dahulu, belum ada pengendalian gejala. Sekarang, tidak hanya pengendalian gejala, namun juga mencegah kekambuhan dan mengendalikan fungsi otak.

Obat ODS terbagi 2, yaitu oral dan injeksi. Untuk obat injeksi generasi baru ( Risperidone long acting injection ), umumnya diberikan setiap dua minggu sekali, harganya mencapai Rp 800 ribuan. Sedangkan untuk obat injeksi versi lama ( Haloperidol Decanoate ), pemberian dilakukan setiap 4 minggu sekali, dengan harga Rp 100 ribuan. Sementara itu, obat oral, yakni paliperidone, wajib diminum sekali sehari, di pasaran, harganya Rp 50 ribuan.

Namun sayangnya, kebanyakan pasien yang tidak patuh mengkonsumsi obat sehingga kepulihannya hanya sebagian atau tidak menyeluruh. Padahal, semakin banyak pasien tidak patuh, akan beresiko mengalami kekambuhan yang berulang. Dari situ, bisa terjadi kerusakan sel saraf berkelanjutan. Pada akhirnya, waktu yang dibutuhkan untuk untuk perbaikan gejala semakin panjang dan sulit. Obatnya bakal semakin banyak dan dosisnya meningkat. Dukungan dan motivasi penuh dari keluarga, teman benar – benar dibutuhkan untuk kontinuitas pengobatan dan tentunya kesembuhan para ODS.

Faktor Utama Penyebab Skizofrenia :

Para ahli belum tahu pasti penyebab skizofrenia, namun, kombinasi berbagai faktor berpotensi memicu penyakit ini.

1. Genetik

Studi terkini menemukan bahwa faktor gen memperbesar resiko skizofrenia. Sama halnya dengan penyakit diabetes dan kanker, gen hanya membawa kemungkinan, dan bukan penyebab utama skizofrenia.

2. Kondisi Prakelahiran

Infeksi yang terjadi pada masa awal perkembangan otak janin berpotensi meningkatkan resiko skizofrenia pada masa mendatang.

3. Lingkungan Sosial

Hidup di kota berpotensi memicu skizofrenia, seperti kemiskinan, diskriminasi rasial, stres dalam pekerjaan, pengangguran, trauma psikis atau pengalaman kekerasan, dan hubungan keluarga yang tidak harmonis.

4. Penggunaan Narkoba

Hampir setengah pasien skizofrenia adalah pengguna narkoba dan alkohol. Namun, hingga kini belum dapat dibuktikan keterkaitan atas hal itu.

Tags : Apakah Skizofrenia itu ? – Hal – hal yang menyebabkan Skizofrenia – Gangguan Jiwa Skizofrenia yang dialami para ODS - Schizophrenia adalah

Baca Selengkapnya ...

Bahaya Penyalahgunaan Narkoba




Masalah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai narkoba (narkotika dan bahan atau obat berbahaya) merupakan masalah yang sangat multi kompleks. Karena itu perlu upaya penanggulangan komprehensif seluruh komponen masyarakat secara aktif.


Dalam kedokteran dan kesehatan, napza masih bermanfaat bagi pengobatan. Tapi kadang disalahgunakan atau digunakan tidak menurut indikasi medis atau standar pengobatan, sehingga akan sangat merugikan.

Penyalahgunaan napza tidak hanya di kota-kota besar, tapi sudah sampai ke kota-kota kecil di seluruh wilayah Republik Indonesia, mulai dari tingkat sosial ekonomi menengah bawah sampai kalangan atas. Dari data yang ada, penyalahgunaan napza paling banyak berumur antara 15-24 tahun.


Napza adalah bahan/zat/obat yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan memengaruhi tubuh, terutama otak/susunan syaraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi), serta ketergantungan (dependensi) terhadap napza.


Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya. Istilah ini sangat populer di masyarakat termasuk media massa dan aparat penegak hukum yang sebetulnya mempunyai makna yang sama dengan napza.


Disalahgunakan


Dalam perkembangannya, ada beberapa jenis napza yang kemudian disalahgunakan. Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997, definisi narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika dibedakan ke dalam golongan-golongan.


Golongan I yakni narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. Semisal heroin, putauw, kokain, dan ganja.


Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat sebagai bahan pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir serta dapat untuk terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan, seperti morfin dan petidin.


Golongan III, narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai ’’potensi ringan’’ mengakibatkan ketergantungan, contohnya kodein.


Dari berbagai golongan tersebut, yang sering disalahgunakan adalah narkotika golongan pertama. Seperti opiat yakni morfin, heroin (putauw), petidin, candu, ganja atau kanabis, marihuana, hasbis, kokain, yaitu serbuk kokain, pasta kokain, dan daun kokain.


Sementara yang dimaksudkan dalam Undang-Undang No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Seperti halnya narkotika, psikotropika juga ada penggolongan berdasar jenisnya.


Golongan I yakni psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta mempunyai ’’potensi amat kuat’’ mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contohnya ekstasi, sabu, dan LSD.


Golongan II yaitu psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi, dan/atau tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai ’’potensi kuat’’ mengakibatkan sindroma ketergantungan semisal amfentamin, metilfenidat atau ritalin.


Golongan III adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai ’’potensi sedang’’ mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contohnya pentobarbital dan flunitrazepam.


Golongan IV adalah psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai ’’potensi ringan’’ mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contohnya diazepam, bromazepam, fenobarbital, klonazepam, klordiazepoxide, nitrazepam, seperti pil BK, pil koplo, rohip, dum, dan MG.


Sementara yang dimaksud dengan zat adiktif lainnya yang dimaksud di sini adalah bahan atau zat yang berpengaruh psikoaktif di luar yang disebut narkotika dan psikotropika, meliputi minuman beralkohol. Minuman jenis itu mengandung etanol etil alkohol yang berpengaruh menekan susunan syarat pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari dalam kebudayaan tertentu.


Jika digunakan sebagai campuran dengan narkotika atau psikotropika, memperkuat pengaruh obat atau zat itu dalam tubuh manusia. Ada tiga golongan minuman beralkohol yaitu A, B, dan C. Golongan A berkadar etanol 1%-5%, contohnya bir. Golongan B berkadar etanol 5%-20 %, contohnya berbagai jenis ’’minuman anggur’’. Adapun golongan C mempunyai kadar etanol 20%-45 %, speerti Whiskey, Vodca, TKW, Manson House, Johny Walker, dan Kamput.


Pada sejumlah kasus, beberapa orang dikatakan mengalami ketergantungan napza. Ketergantungan pada napza yang dimaksud adalah keadaan di mana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah napza yang makin bertambah. Apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus zat.


Ada beberapa alasan jika dilihat dari tingkat pemakaian orang mengonsumsi napza. Pemakaian yang lebih dikarenakan faktor coba-coba, yaitu pemakaian napza yang tujuannya ingin mencoba, untuk memenuhi rasa ingin tahu.


Pemakaian sosial atau rekreasi yaitu pemakaian napza dengan tujuan bersenang-senang, pada saat rekreasi atau santai. Pemakaian situasional yakni pemakaian pada saat mengalami keadaan tertentu seperti ketegangan, kesedihan, kekecewaan, dan sebagainya dengan maksud menghilangkan perasaan-perasaan tersebut.


Kemudian pemakaian penyalahgunaan, yaitu pemakaian sebagai suatu pola penggunaan yang bersifat patologis atau klinis yang ditandai oleh intoksikasi sepanjang hari. Dia tak mampu mengurangi atau menghentikan dengan berusaha berulang kali mengendalikan dan terus menggunakan walaupun sakit fisiknya kambuh. Terakhir, pemakaian pada tingkat ketergantungan. Pada tingkat ini telah terjadi toleransi dan gejala putus zat, bila pemakaian napza dihentikan atau dikurangi dosisnya.


Agar tidak berlanjut pada tingkat yang lebih berat (ketergantungan), maka sebaiknya tingkat-tingkat pemakaian tersebut memerlukan perhatian dan kewaspadaan keluarga dan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan pada keluarga dan masyarakat.


UU Narkotika


Pada Undang-Undang No 22 Tahun 1997 tentang Narkotika dijelaskan pada Pasal 81 ayat 1, barang siapa tanpa hak dan melawan hukum seperti membawa, mengirim, mengangkut, mentransito narkotika golongan I, akan dipidana penjara paling lama 15 tahun dan didenda paling banyak Rp 750 juta.


Sementara jika membawa, mengirim, mengangkut, mentransito narkotika golongan II akan diancam pidana pejara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta. Adapun pelanggaran untuk golongan III ancamannya adalah penjara paling lama 7 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta.


Semenatara bagi pecandu narkotika dewasa yang sengaja tidak melapor akan diancam kurungan paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp 2 juta. Bagi pihak keluarga akan dikenai hukuman penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp 1 juta. Hal itu sebagaimana telah diatur dalam Pasal 88.


Adapun saksi yang tidak benar memberikan keterangan dalam pemeriksaan seperti yang tertuang dalam Pasal 95, akan dikenakan tindak pidana narkotika di muka persidangan, dan dipidana penjara masimal 10 tahun dan denda Rp 300 juta.
Sementara UU No 5 Tahun 1997 Pasal 59 tentang Psikotropika menjelaskan bagi siapa yang menggunakan, memproduksi, mengedarkan psikotropika akan dipidana dengan penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 15 tahun, serta dikenakan denda paling sedikit Rp 150 juta atau paling banyak Rp 750 juta.


Bagi yang tidak mempunyai hak, memiliki, menyimpan, dan atau membawa psikotropika, akan diancam pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta seperti yang tertuang dalam Pasal 62.


Menghalang-halangi penderita sindroma ketergantungan untuk menjalani perawatan atau pengobatan pada fasilitas rehabilitasi (sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37) juga bisa terancam hukuman. Pasal 64 telah mengatur itu dengan ancaman hukuman penjara setahun dan denda Rp 20 juta.


Bagi yang tidak melapor adanya penyalahgunaan dan atau pemilikan psikotropika bisa dijerat dengan Pasal 65 dengan ancaman penjara satu tahun dan denda paling banyak Rp 20 juta. Termasuk bersekongkol atau bersepakat untuk melakukan, melaksanakan, membantu, menyuruh turut melakukan, menganjurkan, atau mengorganisasikan suatu tindak pidana (Pasal 71) bisa dikategorikan sebagai permufakatan jahat dan dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. (62)

Baca Selengkapnya ...

Meminum Susu Memperpanjang Umur




Ayo minum susu jika Anda ingin berumur panjang. Hasil riset yang dilakukan beberapa universitas di Inggris, yaitu University of Reading, Cardiff, dan Bristol, menemukan bahwa minum susu dapat mengurangi peluang orang terserang penyakit mematikan, seperti jantung koroner dan stroke, sampai 15-20 %. Riset yang dilakukan oleh Peter Elwood dari Cardiff University bersama Ian Givens dari Food Chain and Health Research Theme di University of Reading ini untuk mengetahui apakah manfaat segelas susu melebihi bahaya yang terkandung di dalamnya. Hal ini dilakukan karena banyak pakar gizi yang menyatakan susu merupakan sumber pangan tak sehat.


Dalam risetnya, para ilmuwan mempublikasikan bukti dari 324 studi konsumsi susu sebagai alat untuk memprediksi penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes. Data konsumsi susu dan kanker dilandaskan pada laporan terbaru dari World Cancer Research Fund. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan tingkat kematian para penderita penyakit tersebut.

“Meski pertumbuhan dan kesehatan tulang amat penting bagi fungsi dan kesehatan tubuh, efek dari konsumsi susu dan produk turunannya pada penyakit kronislahyang menjadi relevansi terbesar untuk mengurangi angka kematian,” kata Givens. “Tinjauan yang kami lakukan mengungkap bahwa konsumsi susu dapat meningkatkan peluang selamat dari penyakit itu.”

Givens menyatakan, ketika jumlah kematian akibat jantung koroner, stroke, dan kanker usus diperhitungkan, terlihat adanya bukti kuat bahwa penurunan resiko kematian akibat oenyakit itu disebabkan oleh konsumsi susu. “Kami tidak memperoleh bukti bahwa minum susu meningkatkan resiko memburuknya kondisi pasien, kecuali kanker prostat.” ujarnya. “Jika digabungkan, ini merupakan bukti yang amat meyakinkan bahwa minum susu dapat diasosiasikan dengan peningkatan angka kesembuhan.”

Para ilmuwan juga meyakini, bahwa peningkatan konsumsi susu dapat mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan secara substansial karena mangurangi penyakit kronis yang menyebabkan kematian.

Baca Selengkapnya ...

BPOM Memperketat Impor Plastik


Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) meminta Departemen Perdagangan memperketat impor plastik. Permintaan tersebut terkait dengan hasil pengujian tehadap keamanan bahan plastik, yang dapat melepaskan bahan berbahaya ke dalam makanan. Ketua Badan Pengawas Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan, untuk melindungi kesehatan masyarakat, produk impor harus memenuhi ketentuan food grade ( aman untuk bahan makanan ). Menurutnya, pada seluruh produk harus tertera logo segitiga, yang menjadi tanda pengenal kandungan plastik tersebut.


Logo segitiga dengan kode angka satu hingga tujuh tersebut selanjutnya akan disosialisasi agar masyarakat dapat memilih produk plastik mana yang sesuai dengan peruntukannya. Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman menuturkan, pihaknya masih mempelajari permintaan dari Badan Pengawas. “Tata caranya akan dilakukan di tingkat Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri.”

Sekretaris Jenderal Industri Asosiasi Industri Plastik dan Olefin Indonesia Budi Susanto mendukung permintaan Badan Pengawas. Namun, dia meminta agar Industri diberi masa transisi, minimal enam bulan, untuk penyesuaian.

Pada Juni 2009, Badan Pengawas menemukan, sekitar 30 peralatan makan melamin yang dijual dan beredar di masyarakat bisa melepaskan formalin, yang membahayakan kesehatan. Produk tersebut kebanyakan diimpor dari Cina, dan berpotensi menimbulkan kanker, kerusakan ginjal, dan penyakit lainnya.

Baca Selengkapnya ...

Kiat Menonton Televisi Secara Aman dan Nyaman





Menempatkan televisi rupanya membutuhkan pedoman-pedoman khusus. Hal ini perlu dilakukan agar kegiatan menonton televisi tidak hanya nyaman, tapi juga aman.

Mata lelah, bahu pegal, atau kepala pening. Pernahkah Anda merasakannya, setelah beberapa lama menonton televisi? Jika ya, mungkin ada kesalahan dalam penempatan televisi. Kesalahan ini tidak hanya membuat kegiatan menonton televisi menjadi tidak nyaman, juga tidak aman untuk kesehatan. Untuk menghindarinya, ada beberapa pedoman yang seharusnya diperhatikan, dalam penempatan televisi, di rumah.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan, saat Anda akan menempatkan pesawat televisi di sebuah ruangan:


1. Eye level. Ketika memilih TV Stand atau buffet untuk menempatkan televisi, ada baiknya pertimbangkan eye level orang yang akan menonton televisi. Eye level berkaitan dengan ketinggian penempatan televisi. Jika ruang keluarga, atau ruang tempat televisi ditempatkan, berkonsep lesehan, eye level-nya tentu lebih rendah daripada ruangan yang menggunakan sofa. Menempatkan televisi dalam jarak yang terlalu tinggi, akan menyebabkan kita harus mendongakkan kepala. Inilah yang bisa jadi menyebabkan leher dan bahu terasa pegal, setelah beberapa lama menonton televisi. Menempatkannya terlalu rendah pun membuat tidak nyaman. Pasalnya, kita harus sedikit menunduk untuk menonton televisi.

2. Jarak aman. Menonton televisi terlalu dekat atau terlalu jauh, lama kelamaan akan berdampak negatif pada mata. Mata lelah adalah salah satu dampak yang paling sering terasa. Itulah sebabnya, kita perlu tahu mengenai jarak ideal antara mata dan layar televisi. Beberapa sumber menyebutkan rumus mudah menentukan jarak aman adalah 5 x ukuran layar televisi. Sebagai contoh, jika televisi berukuran 21", artinya jarak amannya adalah sekitar 2,6 meter. Ada pula beberapa sumber yang mengatakan bahwa jarak aman menonton televisi adalah 7 x ukuran layar televisi. Keduanya bisa menjadi pertimbangan untuk Anda.

3. Hindari menghadap cahaya. Menempatkan televisi berhadapan langsung dengan jendela atau pintu, bukan ide bagus. Posisi ini menyebabkan layar televisi langsung berhadapan dengan cahaya matahari yang masuk. Akibatnya, gambar di layar televisi menjadi tidak terlihat jelas karena pantulan cahaya matahari. Dengan demikian, kegiatan menonton menjadi tidak nyaman.

4. Hindari menonton dalam pencahayaan temaram. Cahaya dari layar televisi, bisa terasa sangat tajam, saat cahaya ruangan temaram apalagi gelap sama sekali. Cahaya demikian dapat menyebabkan radiasi yang lebih buruk dibanding jika kita menonton dalam keadaan ruangan terang. Akibatnya, mata terasa lelah dan kepala sedikit pening.

Baca Selengkapnya ...

Waspadai Defisiensi Neurotropik !!!


Tentu mengesalkan bila aktivitas sehari – hari menjadi terhambat karena tubuh terasa pegal- pegal dan kurang fit. Hari yang dilalui pun menjadi tanpa semangat. Menjalani rutinitas kantor, terbawa serba tidak enak. Apalagi kegemaran berolahraga pun otomatis terganggu. Semua gerakan seperti tidak optimal. Tidak bugar, pegal, dan tidak bersemangat bukanlah penyakit. Namun dapat diindikasikan sebagai pertanda bahwa ada gangguan fungsi tubuh. Nah, gangguan semacam ini bisa jadi karena defisiensi vitamin Neurotropik, yaitu vitamin yang sangat diperlukan untuk menjaga sistem saraf supaya dapat bekerja dengan baik. Vitamin neurotropik ini terdiri dari Vitamin B1, B6, dan B12.

Vitamin B ini sangat penting bagi sel saraf. Kekurangan Vitamin B akan menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Gejala – gejala yang kemudian ditimbulkan antara lain : rasa kesemutan, kram, pegal, gampang lelah, tidak bugar, bahkan dapat menyebabkan gangguan emosi dan mental.


Apakah penyebab terjadinya defisiensi Vitamin B1, B6, dan B12 ? Banyak faktor tentunya, mulai asupan yang kurang, seperti salah gizi, atau proses pengolahan makanan yang salah serta stres yang mampu menguras cadangan vitamin dalam tubuh. Bisa pula akibat aktifitas yang meningkat serta pemulihan dari sakit.

Solusinya, tentu meningkatkan pola hidup sehat. Artinya, cukup istirahat, cukup olahraga, dan gizi seimbang. Dan jangan lupa, minum suplemen vitamin. Lagi – lagi mewaspadai defisiensi Neurotropik patut menjadi perhatian. Tanpa vitamin yang cukup, tubuh tidak dapat bekerja dengan baik, yang membuat proses metabolisme tak bisa berjalan seperti yang diharapkan. Terlebih, tubuh tak lagi bisa memproduksi vitamin, sehingga, selain asupan makanan yang seimbang, penting pula menjaga kesehatan, mengupayakan tetap fit, serta memastikan pengantaran inormasi tubuh oleh saraf bekerja dengan baik juga.

Baca Selengkapnya ...

Sakit Hati (Hepatitis) Golongan C


Derita pada hati, yang dikenal dengan sebutan hepatitis, sesungguhnya bisa dipicu poleh beberapa jenis virus. Hingga kini ada tujuh virus yang diberi nama sesuai abjad : A,B,C,D,E,G, dan TT. Perbedaannya, terletak pada derajat infeksi dan kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan. Yang paling umum ditemukan kasusnya adalah hepatitis A,B, dan C. Di antara ketiga jenis hepatitis ini, hanyalah virus hepatitis C yang belum ditemukan vaksin pencegahannya.

Penularan virus hepatitis C (VHC) begitu cepat. Ditambah lagi, virus ini amat produktif, per hari bisa mencapai 10 triliun virus. Tidak hanya itu, secara genetik juga bervariasi. Dengan angka mutasi tinggi pula, sering muncul virus mutan yang dapat menghindar dari antibodi tubuh. Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, yaitu dr Unggul Budhihusodo, SpPD-KEGH(K), pun mengatakan, bahwa semua orang beresiko terserang virus hepatitis C. Bahaya pun mengancam hati, karena termasuk organ tubuh terpenting, bahkan, hati memiliki fungsi hingga 500-an.


dr Unggul Budhihusodo juga menjelaskan, virus menyebar melalui darah dan cairan tubuh, serta masuk melalui, seperti transfusi darah, hubungan seks yang tidak aman, tato, tindik, juga injeksi. Sekadar informasi, sebanyak 90 % kasus di Indonesia hampir tanpa gejala. Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), penduduk yang terkena virus itu sekitar 3 % atau 170 juta orang, dengan 3 – 4 juta kasus baru setiap tahunnya. Dengan mengacu pada data tersebut, diprediksi penderita Hepatitis C di Indonesia menjapai 7 juta jiwa. Tanpa vaksin, tanpa pandang bulu, dan tanpa gejala menyebabkan penyakit ini menyebar dengan cepat. Apalagi jika dibiarkan, penderitanya akan mengalami hepatitis kronis, pengerasan hati, hingga kanker hati.

Hati adalah organ terbesar kedua di dalam tubuh setelah kulit. Beratnya sekitar 1,25 kilogram. Dengan ukuran sebesar bola rugby, manusia tidak dapat hidup tanpanya. Kerusakan menghambat kemampuan hati untuk melawan infeksi serta menjalankan fungsi lainnya. Karena itu, pemeriksaan dini sangatlah penting.

Cara Menghindari Penularan Hepatitis C :

1. Tidak menggunakan jarum suntik besar
2. Ketika menyikat gigi, mulut kita sering kali berdarah. Karena itu, jangan sembarang menggunakan sikat gigi orang lain
3. Pemakaian gunting kuku hendaknya milik sendiri
4. Gunakan kondom jika berhubungan intim
5. Hati – hati saat menindik telinga atau memasang tato. Pilih tempat yang menggunakan peralatan steril

[ Sumber Koran Tempo ]




Baca Selengkapnya ...

Tips Mengatasi Keluhan Tubuh




 

“Saya butuh istirahat”. Jika tubuh dapat berbicara layaknya manusia, barangkali keluhan itulah yang akan diucapkannya. Apalagi bagi Anda yang mungkin berprofesi sebagai pekerja kantor yang selalu sibuk dengan rutinitas pekerjaan setiap harinya. Tidak heran jika terkadang badan terasa lemas dan tidak semangat beraktivitas. Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin dapat Anda lakukan dan rutinitas-kan agar tetap semangat dan tidak mudah lelah di tempat kerja.


Pertama, jadikanlah malam sebagai waktu yang tepat untuk beristirahat

Setelah Anda bekerja seharian, tentunya Anda butuh hiburan. Oleh sebab itu, banyak orang yang memilih jalan – jalan, bahkan hingga tengah malam setelah pulang kantor. Jika hal ini dilakukan terus menerus, dapat mempengaruhi stamina di keesokan harinya. Oleh sebab itu, jika tidak ada urusan penting (malam hari), sebaiknya Anda langsung pulang ke rumah setelah pulang dari kantor, tentu saja untuk beristirahat.

Kedua, tidurlah yang cukup

Jumlah jam tidur yang ideal setiap harinya adalah delapan jam ( 8 Hours ). Nah, bagaimana kalau Anda termasuk orang susah tidur ??? Solusinya, Anda dapat membatasi minum kopi, sebab, kandungan kafeinnya dapat membuat insomnia.

Selain itu, mencobalah untuk tidak terlalu memikirkan berbagai macam persoalan. Memikirkan masalah sebelum tidur, jelas bukan hal yang disarankan untuk dilakukan. Sebab, alih – alih dapat cepat tidur dengan nyenyak. Bisa – bisa hanya akan merasa susah tidur atau mungkin dapat tidur namun dihantui mimpi buruk mengenai masalah tersebut. Jadi intinya, sebelum tidur Anda lupakan segala masalah dan Anda pikirkan hal – hal yang indah agar tidur Anda pulas dan bermimpi indah.

Ketiga, minum air yang cukup

Tentunya air yang saya maksud adalah air matang, bersih, dan mungkin mengandung gizi misalnya susu, sari kedelai. Dan lebih bagus bila cukup mengkonsumsi air putih. Salah satu penyebab tubuh lemas adalah karena kekurangan asupan air. Terkadang, karena bertubi – tubinya pekerjaan yang datang silih berganti, membuat Anda tidak sempat meminum air yang cukup. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda selalu menyediakan segelas air minum di samping meja kantor Anda. Jadi, setiap kali tubuh terasa lemas, tinggal meminum air tersebut dan kalau berwaktu luang dapat cuci muka agar tubuh kembali segar.

Keempat, jangan pernah melupakan waktu sarapan

Tentunya Anda dapat membedakan sarapan dengan jenis waktu makan yang lain, yakni makan di pagi hari, dan tentunya harus berbeda porsi. Bekerja dengan perut kosong bukanlah hal yang disarankan. Sebab, ketika beraktivitas, tubuh membutuhkan energi yang salah satunya bersumber dari makanan. Oleh sebab itu, sebisa mungkin, sebaiknya Anda menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu.

Kelima, biasakan gaya hidup sehat

Merokok adalah salah satu gaya hidup tidak sehat. Jadi, bagi Anda yang mungkin perokok biasa / aktif / berat, sebaiknya mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan merokok tersebut. Selain itu, Anda sebaiknya membiasakan diri dan keluarga untuk berolahraga. Karena, kegiatan yang satu ini, akan mengurangi tekanan darah, melancarkan sirkulasi (peredaran) darah, menenangkan pikiran, dan memudahkan Anda tidur nyenyak dan tujuan utama menyehatkan tubuh.

[ Sumber Kompas ]



Baca Selengkapnya ...

Dapatkan update artikel dari saya, langsung ke E-mail Anda. Gratisss !!! Cukup dengan memasukkan alamat E-mail Anda, lalu klik Subscribe, lalu Login ke Email Anda dan klik Link Verifikasi, mudah bukan ...

 
Blog Master Zukhruf dimiliki oleh Irfan Madani Zukhruf