Tips Memasang Keramik Kamar Mandi




Ada dua pilihan keramik dalam kamar mandi : untuk lantai dan dinding / bak kamar mandi. Keramik untuk lantai harus yang tidak mudah licin dengan dimensi lebih kecil ( rata – rata 20 x 20 cm ). Sedang untuk dinding / bak kamar mandi, kesan licin, halus, bersih serta bernuansa air, menjadi pilihan menarik. Finishing pemasangan keramik yang tidak tepat, membuat kesan jorok dan kotor, serta sulit perawatannya. Lebih parahnya lagi, terjadi kebocoran yang sulit dicari penyebabnya.
Berikut ini, adalah tips – tips pemasangan keramik kamar mandi, silahkan Anda simak :


1. Sesuaikan tuntutan utama pilihan keramik dari peletakannya ( halus untuk dinding, kasar untuk lantai ).

2. Minimalisir pemakaian nat untuk keramik dinding dan bak. Untuk itu, pilihan presisi ukuran keramik sangat menentukan.

3. Bila Anda menghendaki adanya nat dinding, pastikan nat kedap air. Gunakan campuran semen dan lem poly vinyl pekat, baru lapisi merata dengan alent / siller yang transparan.

4. Agar tidak ada ruang yang menjadi tempat berkumpulnya air, sebelum diberi nat, suntikkan cairan semen ke dalam lubang antar keramik.

5. Pada keramik kasar, hindari pemakaian nat dengan teknis pemasangan disiram, karena semen kering pada keramik akan sulit dibersihkan dan meninggalkan bercak.

6. Gunakan keramik khusus kamar mandi ( lapisan clooting-nya lebih tebal . Salah memilih akan membuat lapisan keramik rusak karena cepat membercak dan berubah warna akibat sering dibersihkan dengan porstek atau karbol.

7. Hindarilah pemikiran bahwa dengan menggunakan keramik tidak akan terjadi kebocoran. Keramik sebaiknya diposisikan sebagai bahan pelapis dekoratif dan mengurangi kebocoran, bukan mengatasi kebocoran. Pastikanlah dahulu bahwa konstruksi bak / dinding benar – benar kedap air sebelum dilapisi keramik. Gunakanlah bak cor beton, bak built-up keramik / porselin, bahkan bak berbahan plastik. Bila hendak berkreasi dengan batu – bata, hendaknya yakinkan campuran adonan hingga plesteran benar – benar transparan / terlapisi water proofing.

[ Sumber Dr Ir Eddy Prianto CES DEA ( Pakar Arsitektur Ramah Lingkungan ) dan Ir Soetomo MT IAI ( Ketua IAI Jawa Tengah ) ]



1 comment

Deni Muhamad Barkah mengatakan...

trims atas informasinya

Poskan Komentar

Terima kasih telah membaca Postingan saya, tapi jangan lupa untuk berkomentar. Silahkan berkomentar dengan tetap menjaga kesopanan, dan mohon jangan SPAM, terima kasih...

Dapatkan update artikel dari saya, langsung ke E-mail Anda. Gratisss !!! Cukup dengan memasukkan alamat E-mail Anda, lalu klik Subscribe, lalu Login ke Email Anda dan klik Link Verifikasi, mudah bukan ...

 
Blog Master Zukhruf dimiliki oleh Irfan Madani Zukhruf